Showing posts with label Peliharaan. Show all posts
Showing posts with label Peliharaan. Show all posts

Macam Macam Pakan Hamster

Kadang bagi penggemar baru hamster, pastinya akan bertanya makanan untuk hamster apa sih? pakan apa yang cocok untuk hamster?. Jika kita lihat dari kelompok jenisnya hamster merupakan hewan pengerat yang habitat aslinya adalah berasal dari daerah padang rumput sub tropis. Dilihat dari hal itu pastinya hamster adalah hewan pemakan biji bijian. Namun demikian kita sebaiknya tidak memberikan pakan hamster dengan hanya satu jenis biji bijian. Untuk memenuhi kebutuhan Gizi hamster kita perlu memberi makan hamster dengan banyak jenis biji bijian dan pendukung pakan hamster lainnya. 

Macam Macam Pakan Hamster 

 Berikut ini adalah pakan hamster yang cocok untuk diberikan:
Kacang Tanah
Kacang tanah mengandung banyak lemak. Kacang tanah penting untuk membuat hamster merasa kenyang. Lemak akan disimpan untuk cadangan energi. Pemberian kacang tanah sebaiknya tidak terlalu banyak. Hal ini penting untuk menghindari kegemukan pada hamster. Selain itu, kelebihan lemak dapat mengakibatkan serangan jantung.

Biji bunga matahari
Biji bunga matahari sangat disukai orang. Kebanyakan orang mengidentikan biji bunga matahari sebagai satu-satunya makanan hamster. Padahal ini tidak benar. Hanya memberi hamster dengan biji bunga matahari akan menyebabkan hamster mengalami kekurangan gizi dan obesitas karena biji bunga matahari mengandung lemak tinggi. Seperti halnya pemberian kacang tanah, pemeberian biji bunga matahari hendaknya dibatasi. Memang benar bahwa hamster sangat menyukai biji bunga matahari, namun demikian sangatlah bijak jika kita mengendalikan nafsu makan mereka. Biji bunga matahari juga dapat digunakan untuk menjinakkan hamster. Dengan memberikan biji bunga matahari mengunakan tangan kita, lama kelamaan hamster akan terbiasa dengan tangan kita dan semakin mudah untuk dipegang.


Kacang Kedelai
Kacang kedelai adalah biji-bijian yang kaya protein. Pemberian kacang kedelai baik diberikan kepada hamster supaya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Selain itu, kacang kedelai kering baik untuk mengasah gigi hamster karena keras. Perlu diketahui bahawa gigi hasmter terus tumbuh dan perlu diasah agar tidak terlalu panjang.


Kacang Hijau
Kacang hijau memiliki banyak sekali vitamin di dalamnya. Vitamin mutlak diperlukan untuk sebagai zat pengatur dalam tubuh. Kacang hijau yang keras juga baik untuk mengasah gigi hamster.



Beras Merah
Beras merah banyak mengandung karbohidrat. Karbohidrat diperlukan sebagai sumber energi untuk melakukan berbagai aktifitas. Jika hamster kekurangan karbohidrat, Kebutuhan energinya akan diambil dari lemak, sehingga lama kelamaan hamster dapat menjadi kurus. Beras merah juga baik untuk perkembangan otak.

Padi/Gabah
Gabah seperti halnya beras adalah sumber karbohidrat yang utama. Pemberian gabah yang cukup akan memastikan kebutuhan energi hamster akan terpenuhi. Selain itu, pemberian dalam bentuk gabah, memastikan hamster memakan kulit ari gabah, yang kaya akan pro-vitamin D.


Konsentrat
Konsentrat adalah campuran dari berbagai jenis makanan yang sudah diramu oleh pabrikan. Pemberian konsentrat juga penting untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang. Pemberian konsentrat harus disertai pemberian air minum yang cukup karena biasanya konsentrat menyebabkan haus.


Wortel
Wortel adalah salah satu sayuran yang baik untuk hamster. Wortel mengandung zat-zat yang dapat mencegah terjadinya kanker. Wortel yang diberikan adalah wortel lokal yang berukuran besar dan dalam kondisi segar namun masih muda (belum berkayu). Wortel impor tidak disarankan karena disinyalir mengandung zat pengawet dan obat-obatan untuk menjaga penampilan hamster. Pemberian wortel juga baik untuk mejaga kesehatan mata, terutama pada hamster albino/bermata merah. Hamster-hamster bermata merah dikenal mudah terkena katarak. Jika pada kandang hamster terdapat botol minum, makan pemberian wortel cukup 1 iris per ekor. Jika kandang tidak diberi botol minum, pemberian wortel dapat juga digunakan sebagai pengganti air minum. Untuk hamster siria diberi 3 iris wortel per ekor per hari. Sedangkan untuk hamster mini, cukup 2 iris wortel per ekor per hari. Untuk hamster hamil dan menyusui, perlu di beri lebih. Mengganti air minum dengan wortel sebenarnya tidak direkomendasikan karena dapat menyebabkan hamster terus menerus kencing dan kandang menjadi lebih cepat bau. Cara ini boleh diterapkan untuk kondisi darurat, misal: botol minum rusak.
Tips: untuk menjaga mutu wortel agar tidak cepat busuk, pilih wortel yang besar dan mulus. Jangan cuci wortel. potong kedua ujung wortel sebelum disimpan. Kedua ujung wortel adalah titik pertama busuk. Simpan dalam wadah kedap (seperti stoples), dan masukkan dalam lemari es. Wortel tidak akan kehilangan kualitasnya.

Taoge
Tauge adalah kecambah dari kacang hijau. Tauge cukup diberikan sedikit saja setiap harinya. Taoge mengandung banyak sekali vitamin K yang baik untuk menjaga kesuburan hamster.



Air
Semua makhluk hidup memerlukan air. Begitu juga hamster. Walaupun hamster berasal dari daerah padang rumput yang minim air, tetap saja hamster membutuhkan air. Air dapat diberikan dalam botol minum hamster yang dapat dibeli di pasaran. Dalam kebutuhan darurat, air dapat diganti dengan wortel. Kebutuhan air akan meningkat drastis pada saat hamster hamil, melahirkan, dan menyusui.(Hamster.web.id)

Cara Pemberian Pakan Lele | aturan pemberian makanan pada ikan lele

ikan lele raksasa, ternak lele alammiah
Memberipakan lele memiliki tatacara sendiri agar tumbuh kembang ikan lele anda memiliki frekuensi yang, Pemberian pakan terhadap ikan lele berpengaruh pada kesehatan dan tingakat kematian bahkan penyakit ikan lele.

Cara Membuat Pakan Ikan Lele

Berikut tata cara pemberian Makanan ikan lele

1. Waktu Pemberian Pakan

2. Persiapan Pemberian Pakan

3. Cara Memberikan Pakan

Tata cara pemberian pakan lele pada segmen pembenihan dan pembesaran tidak terlalu banyak perbedaan, perbedaan paling mendasar hanya pada pakan alami dan pakan tambahan. Pada segmen pembenihan ada pemberian pakan alami berupa cacing sutera pada saat larva berumur lima hari, sementara pada segmen pembesaran jarang sekali ada pembudidaya yang meberikan cacing sutera, sementara pada segmen pembesaran, pemberian pakan tambahan berupa ayam tiren, ikan runcah dan lainnya. Kita akan coba menjelaskan satu persatu dari ketiga bagian tata cara pemberian pakan lele.

1. Waktu Pemberian Pakan

Dalam tata cara pemberian pakan lele, mengetahui waktu pemberian pakan merupakan hal yang sangat penting, selain harus mengatur waktu pemberian pakan lele sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, baik yang menggunakan tiga kali sehari atau lima sampai dengan enam kali sehari (Setiap 3 jam). Yang sangat penting dan harus diperhatikan adalah pemberian pakan lele tidak boleh dimulai terlalu pagi, atau lebih jelasnya, jangan memberikan pakan pada lele sebelum jam sembilan pagi. Kenapa demikian? Berdasarkan penelitian pada waktu pagi sebelum jam sembilan, permukaan air kolam masih tercemar oleh zat-zat yang merugikan yang dibawa oleh udara, jadi jika kita memberikan pakan pada saat yang terlalu pagi, maka pakan akan bercampur dengan zat-zat tersebut sehingga menjadi racun dan berbahaya bagi kesehatan ikan. Dengan menunggu hingga jam sembilan, diharapkan sudah cukup waktu untuk zat-zat tersebut menguap karena disinari oleh matahari. Adapun penyakit yang bisa ditimbulkan dari kebiasaan memberikan pakan yang terlalu pagi adalah radang insang, diakibatkan oleh parasit karena ikan memakan pakan yang telah tercemar oleh zat-zat yang merugikan.

2. Persiapan Pemberian Pakan

Walaupun terlihat sepele, persiapan pemberian pakan juga merupakan faktor yang tidak bisa dilupakan dalam tata cara pemberian pakan lele. Persiapan pemberian pakan untuk pakan yang berbentuk pelet, sebaiknya para pengusaha ternak lele harus membiasakan membibis pakan pelet yang akan diberikan (kecuali pelet tenggelam), Bibis adalah proses membasahi pelet dengan air (dianjurkan dengan air hangat), gunanya agar pelet mengembang, sehingga ikan lele yang mempunyai sifat rakus tidak akan memakan pelet terlalu banyak atau berlebihan, jika kita memberikan pelet dalam kondisi kering, lele akan terus saja menyantap pelet dengan rakus, terlalu banyaknya lele menyantap pelet kering yang belum mengembang akan berakibat fatal, karena pelet-pelet tersebut akan mengembang dalam perut lele, kondisi ini akan berakibat buruk pada kesehatan lele bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Adapun tata cara pemberian pakan lele untuk pakan tambahan persiapannya adalah dengan cara mengolah atau membersihkan pakan tersebut dengan baik, misalnya jika kita membeli cacing sutera dari toko ikan atau pengepul, sebaiknya cacing-cacing tersebut dicuci atau dibilas sebelum disebar ke kolam. Atau jika kita menggunakan ayam tiren pada segmen pembesaran, sebaiknya ayam tersebut direbus, jangan dibakar, karena jika dengan proses membakar, biasanya yang matang/hangus hanya bagian kulitnya saja, sementara bagian dalamnya belum matang, sehingga masih terdapat zat-zat yang berbahaya untuk kesehatan ikan, sementara jika prosesnya dilakukan dengan cara merebus, biasanya ayam tiren akan matang secara keseluruhan dan aman dikonsumsi oleh lele.

3. Cara Memberikan Pakan

Cara memberikan pakan yang baik juga wajib diketahui oleh para pelaku usaha ternak lele agar tata cara pemberian pakan lele menjadi lengkap dan tepat guna.

a. Cara memberikan pakan yang berbentuk pelet apung harus dilakukan dengan cara menyebar pelet menjadi tiga bagian, untuk mudahnya kita umpamakan tiga bagian kolam adalah ujung kanan, tengah dan ujung kiri, langkah pertama adalah sebar pelet secukupnya pada sisi ujung kanan kolam, setelah pelet habis, sebar lagi secukupnya pada sisi tengah kolam, setelah habis sebar lagi pada sisi ujung kiri kolam, lakukan proses tersebut sampai ikan lele kenyang, cirinya adalah terlihatnya beberapa butir pelet yang tersisa pada saat ditebar dipermukaan kolam. Metode pemberian pakan seperti ini dilakukan agar ikan lebih aktif bergerak, sehingga membantu pertumbuhan ikan, selain itu, dengan cara ini para pelaku usaha ternak lele juga dapat mengontrol tingkat responsif ikan lele.

b. Untuk pelet tenggelam cara memberikannya berbeda, pelet tenggelam tidak disebar, melainkan hanya ditebarkan pada satu titik, sesuai namanya sifat pelet tenggelam akan tenggelam pada saat ditebar, jadi tebarkanlah sedikit-sedikit, karena lele termasuk ikan yang suka mengejar pakan yang bergerak, jadi dikhawatirkan pelet yang terlanjur tenggelam tidak akan dimakan, jika pada titik pemberian pakan pelet tenggelam respon ikan sudah nampak menurun, sebaiknya pemberian pakan dihentikan, ulangi dan lakukan lagi prosesnya pada setiap pemberian pakan pelet tenggelam.

c. Pada segmen pembenihan, pakan alami seperti cacing sutera diberikan dengan cara disebar di sudut, di sisi dan di bagian tengah kolam, cacing sutera yang telah dibersihkan/dibilas lalu diambil seujung tangan kemudian diletakkan pada titik yang berbeda, tehnik ini sangat efektif karena larva lele yang berjumlah ribuan yang tersebar di seluruh bagian kolam akan rata mendapatkan makanan. Sementara pada segmen pembesaran, pemberian pakan tambahan seperti ayam tiren sebaiknya digantung, hal ini dilakukan agar meminimalisasikan sisa tulang yang berserakan pada dasar kolam, dengan cara seperti ini, tulang yang tersisa di tali gantungan dapat segera dibuang, sisa tulang yang berserakan bisa sangat berbahaya bagi pelaku ternak lele pada saat panen atau menguras kolam, karena bisa saja terinjak dan melukai kaki atau dapat merobek terpal bagi pengguna kolam terpal.

Semoga saja ulasan ini bermanfaat, diharapkan dengan diterapkannya cara pemberian pakan lele yang baik dan benar, para pelaku usaha ternak lele dapat mencegah resiko lele terserang penyakit atau kerugian lainnya, sehingga angka kematian lebih dapat diminimalisir dan dapat mencapai target produksi yang diinginkan, karena pada prinsipnya, mencegah itu sangat jauh lebih berguna dari pada mengobati, sukses untuk seluruh pengusaha ternak lele Indonesia, salam…